BeritaKito.com, Palembang
- Calon presiden Joko Widodo, Rabu, 25 Juni 2014, mengunjungi sentra
usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kain songket di Kelurahan Tuan
Kentang, Kecamatan Seberang Hulu, Palembang.
Setelah menyampaikan orasi, Jokowi diberi kain songket khas Palembang oleh warga setempat sebagai oleh-oleh. Tentu saja gratis. Namun Jokowi tidak bersedia menerimanya. Dia khawatir pemberian oleh-oleh kepada seorang pejabat menjadi kebiasaan buruk, yang justru merugikan para perajin kain songket.
"Bukan karena apa. Kalau saya terima, nanti menjadi kebiasaan dan mengurangi keuntungan dari para perajin. Apalagi kalau harganya mahal," ujar Jokowi di depan para perajin di Kelurahan Tuan Kentang.
Jokowi yang ditemani istrinya, Iriana, kemudian melihat-lihat produk UMKM yang dipamerkan, termasuk kain songket, kerupuk khas Palembang, dan pempek. Jokowi justru berbelanja untuk membeli kain songket dan sandal khas Palembang, juga miniatur Jembatan Ampera.
Jokowi mengatakan, untuk mengatasi masalah permodalan para pengusaha UMKM, pemerintah harus memberikan insentif dan dalam batas tertetu, juga tanpa jaminan.
Sedangkan untuk memperluas pasar produk UMKM menjadi tugas para Duta Besar Indonesia di berbagai negara dengan cara melakukan diplomasi perdagangan guna memasarkan pruduk UMKM. "80 persen tugas dan fungsi dubes adalah mengurus perdagangan. Ini memang menjadi tugas pemerintah," tuturnya.
Jokowi juga mendorong terbentuknya industri pengolahan. Menurut dia, tidak adanya industri pengolahan membuat harga bahan baku, seperti karet, menjadi jatuh. "Selama ini kita hanya kirim mentahnya. Mestinya di Palembang ada industri pengolahannya sehingga harganya stabil."
Jokowi mengatakan dulu harga karet mencapai Rp 20 ribu dan sekarang harga karet hanya Rp 7 ribu.
Setelah menyampaikan orasi, Jokowi diberi kain songket khas Palembang oleh warga setempat sebagai oleh-oleh. Tentu saja gratis. Namun Jokowi tidak bersedia menerimanya. Dia khawatir pemberian oleh-oleh kepada seorang pejabat menjadi kebiasaan buruk, yang justru merugikan para perajin kain songket.
"Bukan karena apa. Kalau saya terima, nanti menjadi kebiasaan dan mengurangi keuntungan dari para perajin. Apalagi kalau harganya mahal," ujar Jokowi di depan para perajin di Kelurahan Tuan Kentang.
Jokowi yang ditemani istrinya, Iriana, kemudian melihat-lihat produk UMKM yang dipamerkan, termasuk kain songket, kerupuk khas Palembang, dan pempek. Jokowi justru berbelanja untuk membeli kain songket dan sandal khas Palembang, juga miniatur Jembatan Ampera.
Jokowi mengatakan, untuk mengatasi masalah permodalan para pengusaha UMKM, pemerintah harus memberikan insentif dan dalam batas tertetu, juga tanpa jaminan.
Sedangkan untuk memperluas pasar produk UMKM menjadi tugas para Duta Besar Indonesia di berbagai negara dengan cara melakukan diplomasi perdagangan guna memasarkan pruduk UMKM. "80 persen tugas dan fungsi dubes adalah mengurus perdagangan. Ini memang menjadi tugas pemerintah," tuturnya.
Jokowi juga mendorong terbentuknya industri pengolahan. Menurut dia, tidak adanya industri pengolahan membuat harga bahan baku, seperti karet, menjadi jatuh. "Selama ini kita hanya kirim mentahnya. Mestinya di Palembang ada industri pengolahannya sehingga harganya stabil."
Jokowi mengatakan dulu harga karet mencapai Rp 20 ribu dan sekarang harga karet hanya Rp 7 ribu.

0 komentar:
Posting Komentar