PALEMBANG -- Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumsel, Ir H Eddy Santana Putra MT mengaku prihatin atas ditetapkannya status tersangka oleh KPK terhadap Walikota Palembang H Romi Herton SH MHum yang tak lain Ketua DPC PDI Palembang.
Ia belum mau berandai-andai apakah akan ada kader PDIP yang akan naik ke kursi pimpinan eksekutif jika RH lengser.
"Saya prihatin dengan dia (Romi Herton,red), saran saya agar fokus dengan masalah yang dihadapi dulu. Kita lihat proses, dan belum tahu bagaimana kondisi kita belum tahu. Ada aturannya itu dan akan diikutinya. tetapi saya tidak mau berandai-andai. Mudah-mudahan Romi tidaklah (tidak lepas jabatan sebagai wako, red)," kata Eddy Santana Putra yang akrab disapa ESP menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela membuka pelatihan calon pelatih petugas saksi tingkat kabupaten untuk Capres Jokowi-JK di Kantor DPD PDI Sumsel, Rabu (18/6).
ESP mengaku belum menerima laporan detil terkait ditetapkannya H Romi Herton SH MHum sebagai tersangka oleh KPK.
"Saya belum nerima laporan detail. Baru tahu dari surat kabar, dari televisi. Dan lagi masih konsentrasi di sini (Pilpres), belum memperdalam. Tapi saya akan sampaikan ke DPP tentang langkah-langkah kedepan. Saya rasa wajar (ada bantuan hukum) tapi ke pusat," kata mantan Walikota Palembang dua periode ini.
Atas ditetapkannya Walikota Palembang sebagai tersangka oleh KPK tersebut, ESP bakal melakukan kordinasi dengan DPP PDIP untuk mengambil langkah selanjutnya.
"Kemungkinan bantuan hukum akan dibantukan oleh DPP PDIP, nanti akan saya kordinasikan dengan DPP," kata suami Ny Eva Santana.
Ditetapkannya Romi yang juga sebagai Ketua DPC PDIP Kota Palembang ini, dinilai tidak akan mempengaruhi suara partainya pada Pilpres 2014 ini.
"Itu sifatnya pribadi, jadi tidak berpengaruh dengan suara partai," katanya.
Sumber Sripoku
Ia belum mau berandai-andai apakah akan ada kader PDIP yang akan naik ke kursi pimpinan eksekutif jika RH lengser.
"Saya prihatin dengan dia (Romi Herton,red), saran saya agar fokus dengan masalah yang dihadapi dulu. Kita lihat proses, dan belum tahu bagaimana kondisi kita belum tahu. Ada aturannya itu dan akan diikutinya. tetapi saya tidak mau berandai-andai. Mudah-mudahan Romi tidaklah (tidak lepas jabatan sebagai wako, red)," kata Eddy Santana Putra yang akrab disapa ESP menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela membuka pelatihan calon pelatih petugas saksi tingkat kabupaten untuk Capres Jokowi-JK di Kantor DPD PDI Sumsel, Rabu (18/6).
ESP mengaku belum menerima laporan detil terkait ditetapkannya H Romi Herton SH MHum sebagai tersangka oleh KPK.
"Saya belum nerima laporan detail. Baru tahu dari surat kabar, dari televisi. Dan lagi masih konsentrasi di sini (Pilpres), belum memperdalam. Tapi saya akan sampaikan ke DPP tentang langkah-langkah kedepan. Saya rasa wajar (ada bantuan hukum) tapi ke pusat," kata mantan Walikota Palembang dua periode ini.
Atas ditetapkannya Walikota Palembang sebagai tersangka oleh KPK tersebut, ESP bakal melakukan kordinasi dengan DPP PDIP untuk mengambil langkah selanjutnya.
"Kemungkinan bantuan hukum akan dibantukan oleh DPP PDIP, nanti akan saya kordinasikan dengan DPP," kata suami Ny Eva Santana.
Ditetapkannya Romi yang juga sebagai Ketua DPC PDIP Kota Palembang ini, dinilai tidak akan mempengaruhi suara partainya pada Pilpres 2014 ini.
"Itu sifatnya pribadi, jadi tidak berpengaruh dengan suara partai," katanya.
Sumber Sripoku

0 komentar:
Posting Komentar