PALEMBANG -- Miris dialami siswi yang baru saja duduk di bangku SMA, sebut saja Mawar (14). Tidak hanya keluarga besarnya yang harus menanggung malu karena pernikahannya dengan pacarnya Al (15), dikenal via jejaring sosial Facebook (FB) batal secara sepihak. Malam sebelum pernikahan, Mawar malah dihajar calon suaminya. Akibatnya membuat janin dua bulan yang ada di rahim Mawar pun gugur.
Kejadian ini menimpa warga, Jalan KH Azhari Lorong Sehat RT 21, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan SU II, Palembang tersebut, terungkap setelah kemarin (24/6), Ibu korban meminta surat visum ke petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang. Itu untuk membuktikan pencabulan dilakukan Al terhadap putrinya.
Sebelumnya, Selasa (10/6), ayah korban M Idris telah melaporkan Al atas kasus penganiayaan. "Awalnya Al dilaporke cuma sebatas penganiayaan. Karena anak saya juga dicabuli, saya mau laporkan soal pencabulan itu juga," ucap Ibu korban Maya, Kemarin.
Dari keterangan korban, sosok Al dikenalnya melalui FB, bulan Oktober 2013, Lalu. Dari jejaring sosial, akhirnya keduanya bertemu (Kopi darat-red) hingga akhirnya menuai tali kasih (Berpacaran).
Diketahui rumah Al tak begitu jauh, di kawasan Jalan KH Azhari Lorong Senang Menanti, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II, Palembang, korban pun sering, bertemu. Oleh karena dekat, mereka kemudian lupa diri dan akhirnya berhubungan suami istri sudah sering dilakukan.
"Mereka melakukan sudah sering, pertama kali mereka melakukan di kuburan Naga Swidak," ungkapnya.
Maya juga mengaku, dirinya sudah berulang kali menasehati anaknya itu agar berpisah dengan Al, sejak bulan April 2014, dirinya mengetahui, jika anaknya kerap dipukuli oleh pacarnya.
"Tetapi, anak saya ini sepertinya sudah dipelet, dak galak berpisah lagi dengan Al," bebernya.
Wakasat Reskrim Polresta Palembang, AKP Edi Rahmat Mulyana, didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang menuturkan masih mengembangkan laporan korban.
"Awalnya korban melaporkan kasus penganiayaan. Karena setelah diperiksa korban mengatakan juga dicabuli, kita minta korban untuk divisum, untuk mengetahui kebenarannya." tutupnya.

Sumber Sripo

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top