![]() |
| Rudi saat melapor ke SPKT Polresta Palembang. |
Kepada petugas piket SPKT, korban menuturkan, sebelum dibacok, ia dan pelaku terlibat cekcok yang disebabkan pelaku inisial HE sering meminta uang kepadanya setiap usai menarik angkot. Lantaran kesal, korban mengajak HE berkelahi.
Usai berkelahi, sambung Rudi, dirinya mendatangi rumah pelaku di kawasan Kertapati, Palembang untuk mengajak berdamai. Namun niat baiknya itu, malah dimaanfaatkan pelaku untuk mengeroyok dirinya.
"Setelah kejadian saya mendatangi rumahnya, tetapi ia (HE-red) malah meminta uang Rp 5 juta sebagai uang damai. Mendengar itu saya jadi tidak terima dan menolak," cerita korban, kepada petugas.
Kemudian karena tidak terima, terjadilah aksi pengeroyokan oleh pelaku dan istrinya RU pada Minggu (22/6), sekitar pukul 12.00, saat dirinya sedang ngetem di depan Lorong Mataram Kertapati, Palemang. Saat itu pelaku bersama istrinya mengejar korban dengan sebilah pedang hingga akhirnya terjadilah peristiwa penganiayaan berujung pembacokan yang dilakukan oleh kedua pelaku.
"Pelaku (HE-red) langsung ngejar saya pak, mengunakan pedang terus berhasil membacok bagian leher belakang, juga tangan kiri. Saat saya terjatuh istrinya ikut menusuk aku dengan pisau ke bagian paha kanan, terus mereka kabur," beber Rudi.
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Wakasat Reskrim, AKP Edi Rahmat Mulyana saat dikonfirmasi terkait laporan korban menuturkan keterangan korban sudah diambil pihaknya, guna penyelidikan lebih lanju.
Sumber Tribun

0 komentar:
Posting Komentar