Jakarta - Ketua
Badan Pemenangan Calon Presiden PDI Perjuangan, Puan Maharani,
berkampanye untuk Joko Widodo di tempat kelahiran ayahnya, Taufiq
Kiemas, Palembang. Didampingi Megawati Soekarnoputri, Puan berkampanye
dengan menggunakan bahasa setempat.
"Apo kabar, Palembang. Nanti 9 Juli, nak pilih siapo? Siapo awaknyo? Aku datang ke Palembang samo Ibu Mega karena kito wong kito galo. Aku ini wong kito galo asli, bapakku wong Muara Enim," katanya saat memulai kampanye di bawah jembatan Ampera, Palembang, Rabu, 25 Juni 2014.
Dalam kampanye tersebut, Puan mengajak warga Palembang untuk memilih calon presiden yang merupakan saudara dari wong kito galo dan memberikan banyak manfaat bagi rakyat. "Buat apo pilih yang orang Sumsel tapi tidak memberikan manfaat. Mending pilih wong Jawo yang dekat samo wong kito galo," katanya menyindir calon wakil presiden pendamping Prabowo, Hatta Rajasa.
Puan mengatakan untuk pertama kalinya ia dan Megawati berkampanye bersama dan memilih Sumatera Selatan karena Jokowi disebut tidak memiliki kerabat yang berasal dari Palembang. "Aku datang ke sini khusus ketemu dulur-dulur karena katanyo Jokowi tidak punya dulur dari Palembang. Itu bohong. Aku ini wong kito galo," katanya.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi dengan perolehan suara relatif berat. Menurut dia, fakta bahwa Hatta Rajasa adalah putra Palembang asli menjadi satu penyebab ketatnya perebutan suara di Sumatera Selatan. "Tapi nanti kita lihat 9 Juli. Ini masalah pendekatan dengan rakyat."
Kampanye itu juga dihadiri oleh Wasekjen PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, Eriko Sotarduga, Ketua DPP PKB, Marwan Ja'farr, tim hukum Jokowi-JK, dan Trimedya Panjdaitan. Panggung untuk orasi tepat berada di bawah panggung. Ribuan warga Palembang mengepung panggung orasi dan menyesaki jembatan Ampera hingga 500 meter.
"Apo kabar, Palembang. Nanti 9 Juli, nak pilih siapo? Siapo awaknyo? Aku datang ke Palembang samo Ibu Mega karena kito wong kito galo. Aku ini wong kito galo asli, bapakku wong Muara Enim," katanya saat memulai kampanye di bawah jembatan Ampera, Palembang, Rabu, 25 Juni 2014.
Dalam kampanye tersebut, Puan mengajak warga Palembang untuk memilih calon presiden yang merupakan saudara dari wong kito galo dan memberikan banyak manfaat bagi rakyat. "Buat apo pilih yang orang Sumsel tapi tidak memberikan manfaat. Mending pilih wong Jawo yang dekat samo wong kito galo," katanya menyindir calon wakil presiden pendamping Prabowo, Hatta Rajasa.
Puan mengatakan untuk pertama kalinya ia dan Megawati berkampanye bersama dan memilih Sumatera Selatan karena Jokowi disebut tidak memiliki kerabat yang berasal dari Palembang. "Aku datang ke sini khusus ketemu dulur-dulur karena katanyo Jokowi tidak punya dulur dari Palembang. Itu bohong. Aku ini wong kito galo," katanya.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi dengan perolehan suara relatif berat. Menurut dia, fakta bahwa Hatta Rajasa adalah putra Palembang asli menjadi satu penyebab ketatnya perebutan suara di Sumatera Selatan. "Tapi nanti kita lihat 9 Juli. Ini masalah pendekatan dengan rakyat."
Kampanye itu juga dihadiri oleh Wasekjen PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, Eriko Sotarduga, Ketua DPP PKB, Marwan Ja'farr, tim hukum Jokowi-JK, dan Trimedya Panjdaitan. Panggung untuk orasi tepat berada di bawah panggung. Ribuan warga Palembang mengepung panggung orasi dan menyesaki jembatan Ampera hingga 500 meter.

0 komentar:
Posting Komentar